Oleh: dpdri2009 | Juni 9, 2008

Hilangnya Kepercayaan Masyarakat

Perjalanan pertama di mulai pada hari rabu  tgl 16-04-2008 pukul 05.30. untk mendapatkan dukungan sebagai syarat sebagai calon dari 50 kab / kota se prop. bersama seorang sahabat lama, saya sendiri sbg staf yg beliau percayakan untk me manage proses pencalonan beliau, dan slh seorang keluarga beiau yg slm ini sbg driver sehari-hari beliau. dengan mengantongi beberapa alamat dan no ponsel sahabat,keluarga,komunitas,relasi,dan beberapa orng mantan murid beliau ketika menjadi tenaga pendidik, kami memulai perjalanan dalam proses pencalonan.
Hilang nya kepercayaan masyarakat terhadap produk pemilu tahun 2004 selalu ditemui dalam setiap kesempatan silaturahmi di berbagai tempat. kekecewaan masyarakat terhadap hasil produk pemilu tahun 2004 selalu menjadi bahan pembicaraan,masukan,dan harapan masyarakat terhadap beliau. Doa kami selalu bersama saudara dan anda,kami percaya terhadap anda, dukungan akan selalu kami berikan untuk saudara. kami yakin dan percaya kepada anda, saudara. walau kami sudah kecewa dengan para wakil kita slama ini, demikian sekilas ungkapan, keluhan,harapan  konstituen yg  ditemui.Ironis sekali ketika kita menemukan hal seperti ini, sangat kita sayang kan.
Dalam jangka waktu hampir 24 jam kami telah berhasil mendapatkan dukungan dari konstituen tidak kurang dari 3000 jiwa dan mewakili 6 kabupaten dari seluruh kab/kota se prop jambi. sebagai syarat untk pencalonan dirasakan sdh melebihi batas minimal. sesuatu yang sangat tidak disangka,dan saya sendiri sangat tidak percaya dalam perjalanan perdana beliau, beliau sdh mampu mendapatkan dukungan melebihan batas minimal dan mewakili lebih dari 50 % kab/kota se prop jambi dalam tempo waktu tidak lebih dari 24 jam, kamis esok hari nya jam 04.30 wib kami sdh sampai di rumah dengan hasil kerja yang sangat memuaskan untuk tahap awal.walau  dlm  perjalanan cukup banyak keluhan -keluhan  masyarakat yang harus dijadikan sebagai bahan masukan, pembelajaran, dan tanggung jawab moral di waktu dan masa yang akan datang.
Sebuah harapan yamg tidak boleh dikesampingkan dari sanubari masyarakat tanpa ada unsur dan kepentingan apa-apa, perwujudan dari kondisi real kehidupan yang mereka rasakan se hari-hari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: